Kabar TEMBORO | Media Online 19 September 2026
Temboro

Semarak Maulid Nabi di Temboro

Peringatan Maulid Nabi shallallau alaihi wasallam di bulan Rabiul Awal merupakan hari besar Islam yang selalu diperingati dengan semarak di Temboro. Setiap Masjid bergiliran menggelarnya.

Semarak Maulid Nabi di Temboro
Warga masyarakat mendengarkan tausyiah Maulid melalui layar.
Temboro – Memasuki bulan Rabiul Awal, suasana Temboro, Magetan, Jawa Timur, terasa semakin semarak. Hampir setiap hari, masyarakat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai tempat.

Masjid, rumah warga, hingga kantor menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang diisi dengan pembacaan Maulid, tausiyah, doa, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Salah satunya berlangsung di Masjid Nurul Huda Temboro, Rabu (9/9) yang dihadiri ribuan orang. Dalam acara tersebut, Gus Khalil Ahmad Ash-Shadiq menyampaikan tentang kemuliaan segala sesuatu yang memiliki hubungan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Menurut Gus Ahmad, hubungan dengan Baginda Nabi dapat mengangkat kemuliaan sesuatu yang sebelumnya biasa menjadi luar biasa. Bahkan, sesuatu yang sudah mulia akan semakin bertambah kemuliaannya.

“Sesuatu yang biasa, akan berubah menjadi luar biasa. Sesuatu yang sudah mulia akan bertambah kemuliaannya,” ujarnya.

Ia mencontohkan Makkah yang sejak awal merupakan tempat mulia. Setelah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kemuliaan kota tersebut semakin bertambah hingga dikenal dengan sebutan Makkah Al-Mukarramah.

Demikian pula Madinah. Menurutnya, setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke kota tersebut, Madinah menjadi tempat yang penuh keberkahan dan cahaya hingga dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah.

Gus Ahmad juga menyampaikan tentang besarnya kemuliaan umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Meskipun usia umat Nabi Muhammad relatif pendek dibandingkan umat-umat terdahulu, Allah memberikan berbagai keutamaan dalam amal dan pahala.

Ia menyebutkan keterangan yang menyatakan bahwa umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam akan meliputi dua per tiga dari penghuni surga.

Dalam ceramahnya, Gus Ahmad juga mengangkat kisah Abu Lahab yang disebut dalam sejumlah riwayat berkaitan dengan kegembiraannya ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga ketika di Neraka setiap hari Senin Allah ijinkan dari sela-sela jari Abu Lahab keluar air.

Kisah tersebut, menurutnya, menjadi salah satu gambaran bahwa kelahiran Baginda Nabi merupakan peristiwa yang sangat agung.

Semarak Maulid di Temboro setiap bulan Rabiul Awal pada akhirnya menjadi momentum dan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengenang sosok Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, memperbanyak shalawat, serta semakin menumbuhkan kecintaan, dan kesemangatan untuk melanjutkan perjuangannya.